Rabu kemarin sih sebenarnya hari yang bahagia.. karena ada libur di hari Kamis, yang bagi sebagian orang yang mengambil cuti di hari Jumat bisa menjadi a very loooooooooong weekend. Berhubung cuti saya sudah hampir habis, jadinya gak ngambil deh. Untuk menghibur hati yang suntuk, rencana sih kita mau jalan2 ke Sarinah Rabu malem, cari batik (katanya Sarinah lagi sale 50%) sekalian nonton Angels & Demons.
Tapi rencana tinggal rencana. Jam 7 sampai sana, parkiran penuuhh.. masuk muter-muter gak dapet2 parkirnya. Bete, keluar dari sana, udah mau pulang aja deh (ngambek mode on). Habis, bukannya dari pintu masuk mereka bilang kalo parkirnya penuh, ini didiemin aja. Kalo kita udah masuk mau parkir ga parkir kan tetep kena RP 2000 ![]()
Di jalan, tau-tau tercetus ide gimana kalo ke Sarang Kepiting. Haaaa ini siy setuju bangeeedd… secara udah lama ngidam pengen ke sana. Akhirnya ke sana, pesenannya Kepiting saos padang, ikan kue bakar, udang goreng mentega sama cah kailan. Berhubung saya lagi menghindari makan bakar-bakaran (pokoknya yang ga mateng 100%), saya akhirnya menyerahkan ikan bakar sama abang.
Nikmaaaaaaat .. dengan harga yang hampir sama dengan Bali Jimbaran. Tapi makan kepiting itu bener-bener cape juga.. lain kali saya pesen kepiting soka aja biar gak usah susah payah ngupas kulitnya.
BTW, Sarang Kepiting highly recommended lho, posisinya Jl. Gunung Sahari, di seberang WTC Mangga Dua.
May 22, 2009
Sarang Kepiting
Dan akhirnya masa-masa Pjs berakhir sudah..
Horeeee…. liburaaaaannn…. minggu depan udah gak jadi Pjs lagi….
May 19, 2009
Seminggu jadi Pjs..
Karena si bos lagi training (yang cukup lama), akhirnya dapet giliran juga deh jadi Pjs Manajer. Baru sekarang merasakan punya ‘anak buah’ dan bisa bagi-bagi kerjaan hehe.. Mungkin buat teman2 lain yang seangkatan saya (di luar perusahaan ini) hal ini sudah biasa (bahkan mungkin banyak yang sudah jadi VP beneran), tapi buat saya sih masih sesuatu hal yang baru.
So far sih belum terlalu ribet, ternyata enak jugaaa.. bisa bagi-bagi kerjaan.. asalkan kerjaannya gak banyak-banyak datengnya.
Jadi bos, tenang-tenang ajalah pergi training, everything is still under control
May 14, 2009
Leadership
Katanya Leadership itu salah satu pengertian dan parameter keberhasilannya adalah “bisa membuat orang lain menuruti permintaan kita tanpa merasa terpaksa”. Kalo gitu saya gak akan lulus kriteria ini dong, secara selama ini saya jarang-jarang bisa minta orang lain mengerjakan sesuatu, walaupun itu memang sudah merupakan kewajiban mereka dan untuk kebaikan dan kepentingan mereka sendiri. Saya juga mengerti, setiap orang punya kesibukan sendiri. Data yang saya minta walau prioritas di saya, tapi mungkin bukan prioritas di tempat orang lain yang saya minta datanya itu. Masalahnya, mungkin memang bukan prioritas di tempat orang lain itu, tapi merupakan prioritas di higher level, di mana orang-orang mungkin juga gak merasakan dampaknya secara langsung.
Kalo udah gini biasanya saya terpaksa pakai dua cara, legitimasi (minta via bos), atau marah2 (aduh enggak banget deh cara yang kedua ini…. karena tidak membawa manfaat apapun).
Sebenarnya ada cara lain yang membuat kita ‘dipatuhi’ orang lain, yaitu kitanya harus ada di posisi higher level juga, tapi ya pemecahan ini bukan opsi untuk saya dong secara sekarang saya masih ‘tim lontong’.
Apa lagi yah caranya.. pusing juga
May 12, 2009
CS Telkomsel
Sewaktu saya cuti di Padang awal Mei lalu, lagi-lagi Telkomsel Flash saya bermasalah. Ga bisa connect, dengan error message kurang lebih “Mohon maaf, system tidak dapat memproses permintaan Anda. Cobalah beberapa saat lagi, atau hubungi Customer Service kami”.
Aduh… malesnya… Karena berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, kalo kejadiannya gini gak ada opsi “mencoba beberapa saat lagi” karena hasilnya sama: GA AKAN BISA CONNECT. Tapi saya juga tidak suka “ngobrol” sama CS manapun, apalagi CS Telkomsel.
Kenapa ? Sebenarnya alasannya konyol. Bukan karena saban kali saya telepon saya harus nunggu lama untuk terhubung (well, sebenernya itu juga sih), tapi karena saya diperlakukan seakan-akan tidak bisa menangkap penjelasan dengan baik dan benar. Mereka ngomongnya itu super duper lambat.. seakan-akan saya orang yang udah “sepuh” yang agak kesulitan menangkap kata demi kata jika mereka ucapkan dengan sedikit lebih cepat.
Padahal jelas-jelas saya sendiri komplainnya seperti biasa kalo saya ngomong: ngebut. Ga suka bertele-tele, ga suka ngomong lambat-lambat, langsung hajar to the point. Seharusnya mereka bisa menyesuaikan dong, secara saya komplainnya juga ngebut ngomongnya. Waktu saya habis kalau harus mendengarkan mereka menjawab komplain saya dengan lambat-lambat.
Yang konyolnya, untuk keluhan Telkomsel Flash saya yang terakhir ini, saya harus telepon ke CS sampai 3 kali, karena sewaktu keluhan pertama nyambung tapi kemudian ga jelas juntrungannya, keluhan kedua CS nya dengan santai menjawab “Oh ya kalau begitu silahkan mencoba lagi” dan menutup telepon $^$#%@$%@%$@. Dan yang ketiga much better (walau saya tetap sebal dengan gaya bicara lambat-lambat itu), bahkan saya ditelepon besoknya untuk memastikan apakah Telkomsel Flashnya udah bisa nyambung belom.
Jadi apa masalahnya sehingga tu Telkomsel Flash ga mo nyambung? Auk, saya juga ga jelas, untuk mempercepat mereka mendeteksi masalahnya, sewaktu komplain ketiga saya langsung bilang “kasusnya sama persis kok seperti waktu komplain saya yang terdahulu, seharusnya penyelesaiannya sama dengan kasus yang dulu, JIKA Telkomsel menyimpan historical komplain saya“. Dan alhamdulillah, setelah off 3 hari, akhirnya nyambung juga.
Phew, ternyata akses internet sudah jadi kebutuhan yah (padahal saya sih butuhnya cuma pas waktu ga dikantor aja, karena kerjaan selalu datang baik di saat cuti ataupun tidak hiks)