.: everybody has secrets – continue :.

March 10, 2008

Dituding ngecengin suami orang.. ih amit-amit deh..

Filed under: curhat — cepi @ 3:44 pm

Dengan adanya telepon ‘aneh’ tadi, sudah dua tiga kali saya dicurigai ada ‘apa-apa’ dengan suami orang, yang satu kantor dengan saya. Saya jadi bingung, apakah sudah nature atau sudah biasa, seorang istri mengobok-obok dan membaca semua sms suaminya, mau urusan pekerjaan ataupun bukan, ataupun memeriksa daftar telepon masuk/keluar suaminya. Karena kalau saya sebagai suami dan saya mau selingkuh, tentu saya akan cari cara yang lebih ‘canggih’ sehingga tidak terdeteksi dengan cara-cara manual macam itu.

 Tadi saya dapat telepon ‘aneh’. Kenapa aneh, karena begini kurang lebih pembicaraannya:

Si Penelepon (SP): “Halo, ini dengan siapa ya?”

Saya (S): (bingung, harusnya sudah tau dong, kalo ini menelpon saya, kecuali kalo salah sambung atau tebak-tebak neleponnya) “Saya ….. [nama saya], ini dengan siapa?”

SP: “Oh, saya ibu [censored, sayup-sayup kok rasanya saya tangkap nama seorang bapak-bapak di divisi lain, yang bahkan jarang sekali saya kontak]. Cuma mau tanya, kemaren ikut rombongan ke Singapur ya?”

S: (makin bingung) “Enggak tuh bu, ngomong-ngomong ibu bagian mana ya?” (pura-pura tanya, karena siapa tau dari perusahaan yang sama tapi beda bagian. Tapi asyik amat ya kalo ada yang jalan-jalan ke Sin ? )

SP: “Oh enggak, saya cuma tanya saja, ya sudah kalau begitu, terima kasih”

*gubrak*

Hayo, aneh kan? Berhubung saya sudah pernah dituduh dua kali, yang kedua dan paling menyakitkan sekitar setahun yang lalu (waktu itu saya sampai menangis-nangis di tengah malam buta), saya jadi lebih hati-hati sekarang. Saya tanyakan pada rekan kerja ybs, apakah istri ybs memang suka bertingkah laku seperti itu, memeriksai pekerja perempuan yang terdaftar di henpun suaminya. Dan katanya sih… yang saya tanyai juga pernah diomeli sama sang istri hehe.. Tapi, sang suaminya juga nggak ke SIN tuh, jadi semoga saja bukan istri pekerja yang saya curigai itu. Cukup sudah saya dicurigai istri-istri pekerja pria di kantor ini. Mending kalo memang pekerja tsb ganteng dan muda (eitss.. bercanda ding). Tapi saya bukan tipe seperti itu deh.

Memang kadang kala kalau saya sms ataupun nelepon suka ceplas ceplos, dan mungkin tidak enak kalau sampai terbaca oleh orang yang tidak kenal dengan saya. Tetapi gaya bicara saya pasti sudah disesuaikan dengan gaya bicara orang tersebut dengan saya. Tidak mungkin saya blakblakan dengan orang yang tidak pernah blakblakan juga dengan saya. Istilahnya, tidak mungkin saya ber’elu gue’ dengan orang yang ke saya saja bilangnya ‘Anda’. Wong kadang kala saya dipanggil ‘elu’ tapi saya masih memanggil ybs dengan ‘Bapak’. Kurang sopan apa coba?

Yang saya harapkan sebenarnya, sang suami lebih wise, dapat menumbuhkan kepercayaan kepada sang istri bahwa mereka tidak selingkuh. Atau kalaupun sang istri curiga, cukup masalahnya diselesaikan dengan sang suami, tidak perlu sampai menanyakan ke orang lain, malu dong, kan kasian suaminya. Mending kalo bener, kalo salah??

Yah, semoga saya tidak mendapat kasus keempat, nggak enak bo! Ya Allah, semoga saya bisa cepat-cepat menikah, kalau belum menikah menikah juga, ini orang-orang rasa kecurigaannya semakin besar saja sama saya😦

 Oh ya, ini beberapa tips untuk menghindari hal-hal seperti yang terjadi pada saya:

  1. Sedekat apapun kita dengan pekerja cowo di kantor (menganggap sebagai teman / atasan / bapak), jangan pernah meng-sms dengan bahasa non formal, yang isinya bukan pekerjaan kantor (karena sms bisa ditrace).
  2. Kalau pun ada urusan pekerjaan kantor, hindari sebisa mungkin meng-sms atau menelepon sewaktu hari libur, atau di atas jam 8 malam. Kecuali kita adalah bosnya. Hal ini rasanya juga berlaku untuk siapa saja, YANG SUDAH MENIKAH. Orang-orang yang sudah menikah biasanya butuh privacy di atas jam 8, dan kita akan diomeli kalau tidak menghargai itu.
  3. Berhati-hatilah dengan bahasa di sms. Kadang walau maksud kita lain, tapi kalau bahasa tulisan dengan bahasa lisan, itu bisa disalahartikan. Hal ini sudah kejadian dengan saya, jadi saya saat ini sering sekali memperhatikan (lagi) kalau saya mau kirim sms. Cuma ya itu, kadang kalo lagi butuh cepet juga suka kelewat..
  4. Kembali lagi ke sms, saya sering sekali dibercandain sama bapak-bapak di kantor, jadi kalau sms pun sudah pakai kata-kata ‘sayang’ atau apa lah. Kalau hal itu juga terjadi pada Anda, jangan pernah membalas sms semacam itu dengan bercanda juga, bahkan yang lebih gila. Karena kita tidak pernah tahu, siapa yang akan membaca sms itu. Kalau yang baca ybs sih ga papa, karena kita tau sama tau kalo bercanda. Tapi kalau yang baca istrinya ?

Tapi anehnya, yang lebih sering terjadi adalah kejadian para istri mencemburui suami (jarang sekali sebaliknya). Awalnya saya kira, para istri yang tipe begini adalah istri-istri yang tidak bekerja, sehingga mereka kurang tahu kejadian di luaran itu seperti apa (dan sms-sms seperti yang mereka scan di henpun suaminya itu adalah normal). Tetapi, di kasus saya yang kedua (yang terberat), sang istrinya bekerja. Makanya teori saya jadi berantakan hehe..

 At least, saya benar-benar berharap agar setiap pasangan dapat mempercayai pasangannya. Tidak percaya membabi buta, tapi cara-cara seperti memeriksa henpun suami itu juga menurut saya tidak etis lah ya. Bahkan meneleponi satu-satu yang ada di address book suaminya. Paling tidak, kalau ketahuan orang lain, kan kasian, nama pasangannya di mata teman-temannya bisa jadi jelek…

8 Comments »

  1. cep, kalau ada yg nelpon nanya itu doang mungkin dia menelpon semua nama wanita yg ada di address book suaminya, jadi ga usah dikonfirm ke suaminya, kalau menurut gue sih itu ada banyak kemungkinan, mungkin emang istrinya yang terlalu cemburu, mungkin suaminya emang selingkuh. Asal ga dituding secara langsung mendingan ga usah dikonfirmasi ke suaminya, ntar kalau mereka ribut karena merasa istrinya cemburu buta terus bawa-bawa nama elu, tambah repot kan.

    Comment by risna — March 10, 2008 @ 4:30 pm | Reply

  2. hehe
    gw sudah merasakannya, pada kejadian kedua🙂
    yang buat gw sampe menangis-nangis, karena nggak ngerti salah gue apa, kok jadi gw dibawa-bawa dalam pertentangan intern rumah tangga orang.
    Sebel.. mending kalo bener yang dituduhin ke gue, kalo nggak?

    Comment by cepi — March 10, 2008 @ 4:34 pm | Reply

  3. baca blog loe emang sebulan sekali aja yah, jadi langsung banyak yg dibaca..😀

    jadi wanita lajang di dunia kerja emang ga enak, cep.. tapi, jadi wanita dah nikahpun, blum tentu aman seeh..😉 ada yg liat loe sering kerja bareng ma satu co (padahal emang loe harus kerja ma orang itu), tetep aja ada angin jelek menghembuskan berita gosip..
    amannya sih, hati2 dan jaga jarak.. jangan sampe, tiba2 suatu hari kena tampar.. hihihi.. sms atau telpon maaahh anggep aja angin lalu…😀
    ati-ati yah, cep..

    Comment by Dian Indrawaty — March 11, 2008 @ 9:31 am | Reply

  4. hihi masalahnya gw suka susah mengenyahkan pikiran tidak mengenakkan, dan ujung2nya efeknya.. susah tidur😦
    susah tidur, gw jadi ga seger dan ga bisa kerja maksimal. Ribet deh😦

    btw apa kabarnya nih neng dian, blog mu ada nggak? udah lama gak denger ceritanya..

    Comment by cepi — March 12, 2008 @ 8:03 am | Reply

  5. susah ya, apa2 kok dipikirin.. ‘kan, anjing menggonggong khalifah tetap berlalu.. hehehe

    gue baek, anak masih 1 dan insya Allah akan 2..:D
    masalah blog gue, iiihh pas udah sempet2nya mo nulis, ternyata modblog udah ditutup yaaa.. blog gue ilang deh.. mo bikin baru masih males..😀

    Comment by Dian Indrawaty — March 12, 2008 @ 4:04 pm | Reply

  6. Cepi ..

    Ketiban sial ya ..🙂
    Cep, tahun lalu baru saja mendapat hikmah dari sesuatu hal.

    Dulu aku seperti yang kau ungkapkan di blogmu ini, ngga pernah cek-cek sms bahkan record call di HP suamiku. Aku percaya 100% dengan suamiku.

    Tapi ternyata, begitu saja salah cep. Karena suamiku orangnya lempeng, dia cuek, dia tidak sadar klo ada yang berusaha mendekatinya. Ini kan bahaya juga cep. Sampai akhirnya berusaha dengan berbagai hal menyadarkan suamiku, bahwa cewek itu ada problem yaitu mau dekat dengan suamiku. Alhamdulillah sih, suamiku bisa menerima dan kami sekarang saling menjaga. Jadi membaca sms/record call dari HP pasangan itu perlu, tapi ya jangan setiap saat, jadinya nyebelin.

    Aku bersyukur krn tidak kejadian, saudaraku cep .. kejadian .. tapi masih bisa diselamatkan rumah tangganya. Jadi .. inilah dunia cep ..🙂. Moga2 cepi cepet married deh .. ditunggu undangannya ya🙂

    Comment by dhe_hasanah — March 19, 2008 @ 4:24 pm | Reply

  7. Iya sih Wi, aku juga ngerti. Tapi kasus gw yang kedua itu benar2 keterlaluan. Suaminya pun mbok ya bantu menjelaskan, atau apa. Aku ‘dituduh’ kalau hanya sepintas OK. Namanya kesan pertama bisa salah, apalagi kalau belum kenal gw.
    Tapi kalau sudah dijelaskan, dengan bukti-bukti, dengan membawa saksi-saksi rekan-rekan lain (hingga ke eks bos), masih juga nggak ngerti, itu benar-benar keterlaluan. Padahal yang mulai duluan, sms si suaminya ke gw yang rada ‘nyeleneh’. Belum keterlaluan sih, tapi bahasanya kayak ke cowo aja, dan istrinya gak suka.
    Lha kalo kayak gitu ya wong selesaikan dgn suaminya, ngga usah gw yang dibawa2..
    At least, kalaupun nemu masalah gini, jangan sampai terekspose ke luar dulu. Selesaikan di dalam dulu, karena kalau terbawa ke luar bisa malu. Gw selalu siap memberi konfirmasi kepada siapa saja (seperti kasus pertama), tapi di kasus pertama sang suami sudah bisa memberikan penjelasan yang baik ke istrinya, sehingga gw gak usah konfirmasi lagi.
    Yah, ada juga pelajarannya. Gw harus lebih berhati-hati lagi dalam bersikap dan bertindak. Sekarang mungkin kurang terlalu diperhatikan karena gw belum pernah merasakan gimana rasanya berkeluarga. Ambil hikmahnya aja..

    Comment by cepi — March 24, 2008 @ 5:12 pm | Reply

  8. Ikutan nimbrung lagi. Bener cep, ambil hikmahnya aja. Tiap pasangan emang punya style masing-masing dalam menjaga kepercayaan. Kalau gue dan joe sih prinsipnya ga ada rahasia, anytime kalau mau baca sms atau email ya monggo. Kalau ada yang kurang jelas ya ditanya daripada nanya ke orang lain. Tapi ga semua orang bisa gitu emang, jadi ya..mungkin lu bisa ambil yang cocok untuk diterapkan dengan lu dan pasangan lu🙂. Dan ya itu kalau ada rumahtangga yang bertikai, jangan mendekat atau jangan mau di bawa-bawa. Duh jadi panjang hihhihi..

    Comment by risna — March 26, 2008 @ 10:47 am | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: