.: everybody has secrets – continue :.

March 14, 2008

Naik busway atau naik mobil?

Filed under: curhat — cepi @ 8:26 pm

Jadi, mending naik busway Bus Trans Jakarta atau naik mobil pribadi?

Kayaknya sejak Bus Trans Jakarta mulai beroperasi, kontroversi masalah bus ini nggak pernah habis-habis. Mulai dari pembangunan jalan khususnya yang bikin Jakarta (tambah) macet, pengadaannya yang dicurigai kemahalan dan juga kelamaan, tiketnya yang kemahalan, busnya yang terlalu sedikit dan selalu penuh sesak, antri mau naiknya lama karena busnya terlalu sedikit, konsorsium operatornya yang merugi, dan kemarin, PGN mengancam menstop gas untuk bahan bakar bus karena mereka masih dihutangi 10 Milyar dari penyaluran bahan bakar.

Sebenarnya sih dari sekian banyak masalah, yang mau saya bahas itu yang jalur buswaynya itu, yang selama ini selalu diserobot oleh mobil-mobil pribadi, angkot dan motor, sehingga banyak Bus Trans Jakarta yang perjalanannya terhambat. Contoh paling gampang adalah teman saya, yang tinggal di daerah Jakarta Selatan, dan harus ngantor ke daerah Gambir, Jakarta Pusat. Dia sudah mengandalkan busway, tapi tetap saja, kadang sampai telat masuk kantor karena busnya terjebak macet, jalurnya diserobot oleh mobil-mobil pribadi.

Kemarin sih pas baca di koran, katanya busway ini akan dikhususkan untuk Bus Trans Jakarta saja, walaupun jalan-jalan macet. Saya sih setuju saja, ASAL BENAR-BENAR DITERAPKAN. Soalnya saya juga suka kesal, kalau ada mobil pribadi yang masuk jalur busway, malah bikin jalanan tambah macet. Contoh, kalau ada yang mau muter balik arah, kan harus melabrak jalur busway tuh (karena jalurnya di sebelah kanan). Ya terpaksa semua saling berebutan, antara yang mau muter tapi tidak di jalur busway, dengan kendaraan pribadi yang di jalur busway tapi mau jalan terus. Belum lagi, di jalur masuk ke buswaynya itu, mobil-mobil DAN MOTOR-MOTOR berebutan mau masuk. Benar-benar sudah semrawut banget deh. Jadi kalau mau diterapkan, terapkanlah. Untuk orang-orang yang tidak tahan macetnya, ya sudah, naiklah bus Trans Jakarta. Tapi tolong dong, busnya juga ditambah banyak, jadi kita tidak berdesak-desakan di dalam.

Dan anyway, kalau saya sih, karena rumah saya masih dekat kantor, saya tetap lebih suka pakai mobil, karena kalau pakai mobil saya bebas mengangkuti barang apa saja yang saya mau tanpa khawatir pegal-pegal keberatan, atau kecopetan. Maklum, saya tiap hari mengangkuti laptop nih. Sedikit mahal, tapi yah sama saja. Soalnya jalur busway yang langsung ke depan kantor kebetulan tidak ada.

Tapi mungkin saya akan berpikir ulang kalau macetnya menggila. Sekarang sudah menggila memang, tapi berhubung saya ‘hanya’ harus bermacet selama setengah jam, walau pakai mobil yang manual, masih sanggup lah menyupirinya. Beda kalau macetnya sudah 2 jam, pakai mobil manual, baru saya akan berpikir ulang dan mencari alternatif transportasi lain🙂

2 Comments »

  1. tjep, gua masih blum bisa naik busway.. kelamaan nunggu nya, nanti malah telat janjiannya…

    Comment by tantri — March 22, 2008 @ 6:30 pm | Reply

  2. hihiy
    sama tan🙂
    gw pernah lagi iseng mo naik busway dari halte depan kantor
    Ditunggu setengah jam, lewat tiga kali, penuh semua. Akhirnya saking sebalnya, keluar, cegat taksi (emangnya gw gak sanggup pake taksi apah)
    hehehe…

    Comment by cepi — March 24, 2008 @ 5:14 pm | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: