.: everybody has secrets – continue :.

March 28, 2008

Pengendara Motor yang Menyebalkan

Filed under: curhat — cepi @ 3:25 pm

Duh, mungkin ini kesekian kalinya saya mengungkapkan kekesalan saya sama motor. Mungkin akan ada orang-orang yang bilang ‘mentang-mentang punya mobil memandang sebelah mata sama motor’, terus ‘dasar tidak punya rasa keprihatinan sama orang yang tidak sanggup beli mobil dan hanya sanggup beli motor’, tapi yang saya soroti dan saya kesalkan itu ya tingkah laku pengendara motor itu di jalanan yang menganggap hal-hal sbb adalah lumrah:

  1. Peraturan lalu lintas hanya berlaku untuk mobil dan tidak untuk motor, seperti boleh-boleh saja bagi motor untuk melaju melawan arus di jalan 1 arah (karena jauh kalau harus berputar) atau menaiki trotoar yang seharusnya jalan bagi pejalan kaki di kala macet.
  2. Motor boleh saja selap-selip di jalan sesuka-sukanya, dan mobil lah yang harus mengalah dengan melaju lurus saja (jika jalan sedang ramai), jangan mengambil belokan terlalu mendadak, karena kalau berbelok terlalu mendadak dan kena motor, maka mobillah yang salah.
  3. Motor boleh-boleh saja berteduh di bawah jembatan penyeberangan sampai memenuhi badan jalan jika sedang hujan, walaupun akan menyebabkan jalanan jadi macet, karena pengendara motor tidak seperti pengendara mobil yang tetap kering kalau hujan.
  4. Motor boleh-boleh saja menyenggol badan mobil terus kabur, karena toh mobil bisa apa, nggak bisa ngejar juga kan, karena pasti kalah cepat?
  5. Pengendara motor boleh-boleh saja tidak pakai helm (kalau tidak tertangkap polisi).

Dan seribu satu lagi alasan lain yang membuat kekesalan saya terhadap motor melebihi kekesalan saya terhadap angkot-angkot, bus-bus dan juga bajaj yang juga suka melanggar aturan lalu lintas tanpa peduli terhadap hak-hak pengendara lainnya.

Kejadian dalam minggu ini juga menyebabkan saya makin kesal.

  1. Di saat sedang asyik melaju dengan agak cepat di jalan yang agak sepi (di jalur paling kanan di Kramat Raya), ada motor (yang dikendarai 2 anak SMA), tahu-tahu berhenti tepat di depan mobil saya. Alhamdulillah masih bisa mengerem dengan suksesnya. Ternyata, jaket penumpangnya masuk ke dalam jari-jari roda belakang motornya, dan bahkan motor pun tidak bisa didorong ke pinggir (karena rodanya stuck). Setelah sebal mengklakson (toh tidak ngaruh juga, karena dua anak itu sedang sibuk adu mulut antar mereka sendiri — di tengah jalan), saya coba mundur (untung agak kosong), dan baru bisa meninggalkan mereka yang sedang mencoba mengangkat motor ke pinggir jalan ke tengah-tengah jalur busway di sebelah kanan jalan *gdubrak*
  2. Kembali dari Auto2000 Salemba, saya coba cari jalan berputar untuk kembali ke kost-kost-an saya, karena saya malas menghadapi kemacetan Kramat Raya. Saya coba ambil jalan Pramuka, keterusan (kesasar tepatnya) sampai ujung (By Pass), terus belok kiri lagi, masuk Rawasari. Dari Rawasari, harapan saya akan tembus ke Kramat Sentiong. Di sinilah malapetaka terjadi di dekat rel kereta, karena kereta berkali-kali lewat, sedang kondisi jalan cukup ramai terutama oleh motor-motor yang simpang siur nggak karu-karuan. Tahu sendiri, begitu pintu rel ditutup, maka semua akan menyerbu pintu rel kereta (walaupun bukan di jalur mereka sendiri), berlomba-lomba untuk menyeberang duluan. Walhasil, saya baru dapat menyeberang rel setelah 20-30 menit mengantri (dengan tidak sabar), sempat terhenti di atas rel sekitar 2-3 menit (tidak bisa maju-mundur, sambil berdoa semoga tidak ada kereta lewat). Di saat berlomba-lomba dengan motor, bajaj, angkot untuk menyeberang rel, sempat hampir 2 kali menghantam motor: 1 motor sempat menepuk2 kap depan mobil saya (ini masih agak sopan), tapi motor satu lagi yang keki karena kalah cepat sama saya dalam mengambil jalan, menghantam (pake tangan) atas pintu / atap mobil saya (semula saya kira motornya kena senggol mobil saya, well harusnya saya dong yang protes). Memang cowo-cowo jaman sekarang banyak yang makin tidak tahu tata krama, beraninya sama cewe yang sendirian. Tapi saya cuek bebek saja, sudah bodo amat gak peduli, seandainya mobil tergores pun apa boleh buat, saya akan klaim asuransi saja. Baru sadar, saya ternyata kalau lagi nekat bisa nekat sekali *hiks* Sampe kos, alhamdulillah tidak tergores apapun.
  3. Sewaktu tersasar survey rumah ke Bintaro, kami lewat di depan Pasar Cipulir. Jalurnya sih sudah dipisah dua, angkot sebelah kiri, mobil lainnya sebelah kanan. Kemudian, sesudah jalannya menyatu lagi, saya harus ambil kiri sesegera mungkin, karena akan belok kiri. Sudah sukses nih, sudah menyelamati diri sendiri, kebetulan angkot-angkot juga lagi baik karena lagi cari penumpang, eh.. ada motor belok kanan tiba-tiba dan menghajar bemper mobil kiri :( Sebenarnya kurang yakin juga waktu itu, kena atau tidak, tapi melihat gerakan motornya yang agak mengejut, yakin juga kalau kena. Dengan sok tidak berdosanya motor tsb tetap melaju, dan saya cuma bisa melotot dan pasrah, tanggungan asuransi lagi saja kalau memang kenapa-napa. Berantem sama orang kayak gitu juga tidak menyelesaikan masalah. Setelah sampai di Plaza Bintaro, dicek,  alhamdulillah baret dikit saja.

Dan masih banyak pengalaman-pengalaman lainnya dengan motor sehingga saya beranggapan sebaiknya motor-motor yang tidak tertib itu ditilang saja banyak-banyak. Heran saya, hari gini begitu banyak orang egois di negeri ini..

8 Comments »

  1. cermin dari budaya tidak tertib hukum di negeri ini, mas

    Comment by NM. Wahyu kuncoro. SH — March 28, 2008 @ 3:38 pm | Reply

  2. wah saya kan cewe…

    Comment by cepi — March 28, 2008 @ 4:40 pm | Reply

  3. Bisa dimengerti. Saya saja yang pakai motor juga sering geleng-geleng (udah males bete). Entah berapa kali motor saya kecium bokongnya, gara-gara pada nempel kayak balapan. Sudah seringkali saya mendadak majukan motor agar motor buat nutup motor yang mau nyalib/motong sembarangan. Bahkan pernah sekali saya adu domba😀 .
    http://mulyantogoblog.wordpress.com/2008/03/28/motor-katrok/

    Intinya adalah mereka tidak mengerti etika/kesopanan. Tidak tahu kalau perbuatan mereka tidak sopan atau tidak etis. Seharusnya hal-hal ini harus disosialiasikan secara detail, dicontohkan di TV. Dihidupkan lagi budaya malu-nya juga. Saya ngomong begini karena saya pernah ugal-ugalan seperti mereka, kenapa? karena tidak tahu hal2 tsb tidak sopan🙂 .

    Comment by Akhmad Mulyanto — March 28, 2008 @ 5:15 pm | Reply

  4. saya tak menyukai pengendara motor, apalagi pengendara mobil yang ugal2an.
    seseorang yang berarti buat seseorang bisa saja terbunuh oleh kelakuannya itu.
    dan itu seharusnya disadari benar.

    kecelakaan bukanlah alasan untuk mengambil nyawa seseorang. dan apabila itu terjadi harus ada hukuman yang setimpal untuk itu.

    Comment by 311thoth — March 31, 2008 @ 8:20 am | Reply

  5. to mas Mulyanto: saya dah baca blognya, tapi saya really suggest untuk tidak melakukan hal2 semacam itu lagi (provokasi dll), karena kalo ada kecelakaan yg terlibat bukan hanya anda berdua tapi juga semua orang disekitar anda (plus kemacetan berkilo kilo panjangnya). Emang sih susah meminta semua orang biar patuh aturan *sigh*

    to 311thoth: setuju!

    Comment by cepi — April 4, 2008 @ 9:11 am | Reply

  6. Hehehe daripada jadi korban sendirian, sekalian ajak juga pelakunya jadi korban gitu😀 .

    Comment by Akhmad Mulyanto — April 4, 2008 @ 10:50 am | Reply

  7. Saya sendiri pernah ngalamin hal yang tidak mengenakkan di Bitung, Tangerang. Posisi mobil saya di tanjakan dan macet, motor di belakang saya nempel banget rupanya. So pas saya mau maju, tp yang ada mobil jadi mundur dikit, kena tuh motor. Marah2 orangnya, sampe nendang2 segala. Saya buka kaca, eh malah tambah nyolot, nendang2 pintu mobil lagi.. Nyebelin bener deh

    Comment by Eve — June 10, 2009 @ 4:20 pm | Reply

  8. Iya mbak, hati2 aja apalagi kalo dia ngeliat cewe yang nyetir. Udah deh.. Kadang sebal juga sama pengendaranya, apalagi tadi di jalan, udah bawa anak kecil, jalannya melenggak lenggok salip kanan kiri .. aduh miris deh, gimana coba kalo kecelakaan?

    Comment by cepi — June 11, 2009 @ 9:25 am | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: