.: everybody has secrets – continue :.

July 2, 2008

My 3rd Trip to London

Filed under: jalan-jalan — cepi @ 6:09 pm
Tags: , ,

Aha, akhirnya saya mendapat kesempatan mengunjungi London lagi untuk ketiga kalinya. Tujuan sebenarnya di Oxford sih, training oil & gas provided by Oxford Princeton Programme, tapi ternyata memang harus lewat London dulu, kemudian baru ke Oxford.

Trainingnya dari Senin 23 June – Jumat siang 27 June. Rencana berangkat hari Sabtu sore, tanggal 21 June, naik MAS, departure jam 18.15 WIB, arrival jam 05.50 waktu setempat (GMT). Pulang hari Sabtu malam, tanggal 28 June jam 22.00 GMT, sampai di Indonesia Minggu malam, tanggal 29 June jam 21.40 WIB.

Sebenarnya pergi trainingnya berlima, tapi bapak2 itu sudah berangkat duluan hari Jumat. Saya prefer hari Sabtu, considering bahwa toh saya sudah pernah ke London, dan juga saya paling malas pontang panting mengurusi segala hal (biasa lah, kalo mo ke luar negeri itu ribetnya setengah mati di airport), yang artinya saya harus bolos setengah harian hari Jumat. Gak tega ninggalin kantor, ya udah, saya pergi Sabtu sore saja, toh masih sempet puter-puter London begitu sampai.

Oh ya, masalah packing. Sepertinya saya ketularan penyakit Siska, yang phobia sama packing. Saya juga.. huhuhu.. sejak sehari sebelumnya saya stress, belum packing-packing. Sampe kebawa sakit perut. Saya sampe bilang sama abang.. wah saya gak mau lagi deh dinas-dinas ke luar negeri… stress packingnya. Baru pagi hari sabtu saya packing, nyeterika. Sebelumnya sih cuma menumpuk-numpuk barang tidak beraturan di atas koper yang sudah tersedia.

Sebelum berangkat, sempet mau cari sepatu dulu di Sarinah.. eh malah kena tilang polisi deket Monas situ, pas mau masuk ke Thamrin. This is my first time ditilang polisi!!! Jadinya bener-bener bete bawaannya. Ternyata perasaan setelah ditilang itu gondok euy😦 Udah ilang 50 rebu, tidak rela ngasih ke polisi.. ah pokoknya kesal deh. Gak mau lagi kejadian lagi😦 Bete banget deh pokoknya saya sama polisi …

Perjalanannya alhamdulillah lancar. Singgah di KL (my first time euy!). Ternyata airportnya asyik, walau masih jauh lebih ramai Changi, tapi keren banget deh, SKH lewat…. Makanan MAS lumayan, tapi inflight entertainmentnya tetep menang SQ. Sorry ya MAS, kalau ada aviation survey itu, saya akan pilih SQ sebagai yang terbaik.

Sampai di sana, sambil nunggu bagasi, saya cari money changer. Karena sudah kebiasaan nuker uang di bandara, saya tukarlah 1500 USD, kursnya sekitar 1 GBP setara dengan 2.1-an Dollar. Jadi dapet sekitar 689 GBP. Ternyata di kemudian hari, baru ketahuan kalau kurs yg saya pakai itu jelek banget, karena di London bisa dapet 1 GBP setara dengan 2 dollar (pas!). Perbedaannya (kalau saya tukar di London) bisa mencapai 60 pound-an, atau sekitar Rp 1.2 juta (higs!). Nangis gak sih.. So first lesson: Never ever change your currency at the airport! Tukar secukupnya saja, dan cari lagi tempat penukaran lain di kota. Atau lebih baik lagi kalau sebelum pergi, cek Bloomberg, cari currency calculator untuk mendapatkan gambaran kurs yang tepat.

Setelah ambil bagasi, sesuai petunjuk Evi (thanks to her, she’s been my guide & my photographer in London), ada 3 cara untuk mencapai London dari Heathrow airport:

  1. Heathrow Express: kereta api cepat, yang menghubungkan Heathrow – Paddington station di London dalam waktu 15 menit saja. Tarifnya termahal, GBP 14.5.
  2. Heathrow Connect: kereta api yang sedikit lebih lambat, juga menghubungkan Heathrow – Paddington, dalam waktu 30 menit. Tarifnya GBP 6.9.
  3. Underground, Piccadilly Line: jalur kereta api bawah tanah, sekitar 55 menit untuk ke Holborn station (kantornya Evi). Untuk ke Paddington harus tukar District / Central Line. Tarifnya paling murah, hanya GBP 4 saja. Tapi tidak disarankan pada siang/sore hari, karena penuh… Dengan bagasi segudang, pasti repot kalau pas lagi penuh. Saya beruntung sampainya Minggu pagi jam 6, karena jam segitu undergroundnya kosong.

Sampai di kantor Evi, naro koper, terus pergilah kita jalan-jalan (sekitar jam 9-10-an). Evi sudah membelikan saya Oyster Card, semacam kartu utk perjalanan gitu, yang bisa ditop-up, dan dijamin (katanya) adalah the cheapest way to get around London. Bahkan lebih murah daripada one day travel card. For more info, check http://www.tfl.gov.uk.

Kita ke British Museum dulu (karena deket kantor dia, in fact, dia selalu makan siang di sekitar situ..). Cuma foto-foto, karena saya sudah pernah masuk nyari mummy Cleopatra di kunjungan terdahulu.

Tujuan selanjutnya adalah Greenwich, di mana bujur 0 terletak. Yeaaa sebenernya saya sudah pernah ke sini, seperti yang dibilang Henri waktu saya telepon, katanya “ngapain lu ke sana lagi, kan udah???” Tapi kalu saya nggak ke sini, terus ke mana dong ? Masa belanja ? Wong London kota termahal di dunia kok… sayang aja belanja di sini kalo gak worthed hehe… Jadi ya sudahlah, saya sedikit ‘menapak tilas’ kunjungan saya yang dulu.

Kembali ke Greenwich.. masih as good as ever. Pemandangannya indah banget, karena letaknya di atas bukit. Di sana juga ada museum astronomi. Juga kita bisa foto-foto di titik 0 itu. Jalannya mendaki.. lumayan.. sebelumnya kita juga ke pasar yang deket Greenwich situ. Banyak kue-kue unik juga di sana. Gak beli, habis mahal, tapi keliatannya yummy.

Next, ke Canary Wharf. Kawasan perkantoran dengan gedung-gedung tinggi di London. Foto-foto, naik underground lagi. Sialnya, di weekend, banyak underground gak jalan, karena sedang ada maintenance ini dan itu. Jadi kita harus menyimak jalur mana / stasiun mana saja yang bisa digunakan. Pas weekend ini, District, Central, dan Jubilee line yang giliran kena.. ya sudah, kita pakai jalur lain saja (walau sedikit muter).

Tujuan berikut, Tower Bridge / Tower of London. Kereeen.. pengen masuk, tapi penuh lautan manusia. Sudah gitu pasti bayar yang lumayan😛 Ya sudah, cuma foto-foto saja, terus naik bis ke London Eye. Foto-foto juga, dan sebenarnya dari sana bisa dapet spot foto yang bagus (di jembatan yg melintasi Thames river itu lho), ke arah Houses of Parliament & Big Ben. Tapi… di jembatan itu sedang ada perbaikan, jadi ditutup papan warna biru gitu.. kan jelek banget kalo foto di situ. Akhirnya terpaksa mengambil foto dari sudut lain, dan juga sekalian foto-foto deket Westminster Abbey.

Dari sana, setelah mengecek peta, ternyata bisa jalan kaki ke Buckingham Palace, melintasi St. James Park (kalau gak salah). Jadi jalanlah kami ke sana, sambil ngasi makan bebek yang ada di kolam. Foto-foto deket Buckingham, kemudian jalan ke arah Hard Rock Cafe di Old Park Lane, karena titipan kaos Hard Rock Cafe aja ada 4 buah🙂

Di Hard Rock akhirnya cuma beli 1 gelas tambahan koleksi dan 2 kaos. Berhubung harganya mahal, saya harus konfirmasi dulu sama para penitip, apakah masih mau kalau harga kaosnya GBP 17-18. Berhubung yang reply cuma 1 orang, ya sudah saya beli 2 kaos dulu. Terus, saya malah ditawari membership Hard Rock: bayar GBP 20, punya GBP 18 deposit (yang bisa digunakan pada perbelanjaan berikutnya), kemudian dapat poin. Karena saya sering sekali dititipi kaos Hard Rock, ya sudah, saya beli juga membership nya🙂

Habis dari Hard Rock, kita makan deket kantor Evi. Kemudian ke Paddington Station, untuk naik kereta ke Reading. Why Reading ? Karena di sana ada Jati, yang ceritanya mau menjemput saya dan mengantar saya ke Oxford pakai mobil (sekalian reuni).

So, jam 18.30 saya di perjalanan menuju Reading. Jam 19 sudah sampai Reading, dijemput Jati. Dia mau nonton Spain vs Italy dulu (yang mulai jam 19.45), jadi saya dibawa ke apartemennya dulu. Terkapar di sofa (ya iya lah, kena jet lag kan.. di Indo sudah jam 2 pagi). Tapi saya gak bisa tidur.. malah ngobrol. Sudah gitu, pertandingannya lama banget, karena pinalti. Jam 23 baru saya diantar ke Oxford.

Tengah malem sampai di hotel Oxford Thames – Four Pillars. Sempat seram pas melihat bentuk hotelnya dari luar.. bagus, tapi model rumah tua. Yang terbayang sama saya.. gimana kalau ada hantunya ????

Jadi begitu masuk kamar (bener sih, suasananya spooky banget), saya langsung pasang pengajian lewat PDA😛 semalaman kali saya pasang, baru pagi-pagi dimatiin. Teler sih.. mana besok pagi langsung kursus…

Anyway, ini hotel yang saya bilang ‘spooky’ itu.

~CONTINUED~

Singkatnya, acara seminggu di Oxford adalah sbb:

1. Hari Senin, pendaftaran kursus, kursus sampai jam 5, malamnya jalan-jalan dengan pemandu wisata ke kota Oxfordnya. Disediain bus dari hotel. Begitu sampai di kotanya, wow, bener-bener kota tua. Keren banget.. nih salah satu penampakannya.. Keren ya, bangunan tua ditumbuhin tanaman menjalar.

sudut-oxford

sudut-oxford

Di kota Oxford, lihat2 Oxford University. Mungkin saya yang rada gaptek ato kurang memperhatikan pemandu wisata saat menerangkan sana-sini (karena terlalu asyik poto-poto), tapi kalau tidak salah sih, kesimpulannya yang namanya Oxford University itu adalah gabungan beberapa belas college. Kuno-kuno sih, bayangkan saja bentuk bangunannya kayak sekolah Harry Potter (belakangan salah satu manajer di kantor sini bilang, memang salah satu sekolah itu dijadiin settingannya Harry Potter). Ini salah satu gambarnya, bagus ya ? Sayangnya saat itu sedang liburan musim panas, jadi jarang sekali ketemu anak kuliahan yang ganteng-ganteng *ups*

oxford-college

oxford-college

Pulangnya malah ada ‘reception drink’ di bar.. duh ini salah satu acara yang saya tidak suka. Akhirnya sementara bapak-bapak segroup saya masih sibuk mengeceng-ngeceng di bar, saya pulang sendiri pake bus ke hotel (padahal tahu arahnya juga nggak). Modal PD, cari bus yang ke train station (general assumption: all bus in a city must go through the train station) dan dari train station cari bus ke arah Abingdon Road.. voila.. dikasi tau bapak supir yg baik hati bahwa bus itu memang lewat sono, plus dikasih tau pula pas halte deket hotelnya sudah sampai. Terima kasih paaak….

2. Hari Selasa kursus seperti biasa sampe jam 5 sore, tapi kami pindah hotel, ke Express by Holiday Inn. Sorenya cuma nemenin bapak-bapak itu jalan-jalan di sekitar hotel, mereka cari makan India, saya ?? tentu tidak, mendingan pop mie aja kali.. dan tidak menyesal, karena rasa makanan Indianya soooper dooper ajaib, dan.. MAHAL🙂 sekitar 7-8 pound (kalikan 20 ribu lah kurang lebih). Sakit hati kan hwahahaha…

3. Hari Rabu kursusnya sampai jam 9 malem.. padahal ada pertandingan Jerman – Turki!!! Di saat saya mau nonton Jerman-Turki.. higs.. pulang-pulang, sudah babak kedua, kalau tidak salah masih 1-1. Tapi waktu itu pertandingannya sempat hilang dari TV selama dua menit, pas Jerman sedang gol!! Katanya ada thunderstorm di UEFA broadcaster di Vienna… yah nasib.. nasib.. Turki yang didukung pun kalah…

4. Hari Kamis, rencananya ada dinner, kursus cuma sampai jam 5 sore. Duh, lagi-lagi saya malas ikutan. Mending nonton Rusia – Spain. Saya dukung Rusia (walaupun Rusia mengalahkan tim idaman saya Belanda), lebih karena kenalan di kursus dengan cewe Rusia yang kerja di Shell Belanda, orangnya enak banget. Tapi.. Rusia pun kalah, saya juga cuma nonton setengah babak doang terus bablas…

5. Hari Jumat pagi, check out! Kursus cuma sampai jam 12, kita bakalan nginep di London, untuk terbang ke rumah besok malamnya. Sudah home sick nih…

Oh ya, ini hotel tempat kursusnya, keren yah. Letaknya di pinggir sungai Thames yang mengalir ke London itu ternyata..

Naik kereta dari Oxford train station jam 13.30, sampai di Paddington Station jam 14.30. Jalan kaki ke hotelnya yang cuma beberapa meter dari station (sambil menggeret2 koper), masuk hotel.. eh check innya lama beneerrr… jam 15.30 baru masuk kamar hotel. Syok, karena tuh hotelnya sempit dan panas banget…. padahal tarifnya jauh jauh lebih mahal daripada hotel di Oxford. Janjian sama Evi, balik kantor dia mo ke hotel dulu, numpang sholat, eh dia nyasar.. Untung akhirnya ketemu juga, dan keluarlah kita jalan keluar hotel jam 17.30.

Hmm waktu itu kemana ya ?? Sempet error, karena saya lupa bawa Oyster Card saya, terpaksa nyari-nyari tempat beli one day travel card di Paddington (mahal bo! 5 Pounds). Evi yang coba beli one day travel card lewat mesin, malah keblok kartu kreditnya (karena dia lupa pinnya). Next problem, dia gak bisa top up sim cardnya.. bleh.. problem datang silih berganti.. akhirnya kita pergi ke tempat keramaian dulu deh, di tempat dia isi pulsa. Saya lupa ke mana, tapi yang pasti saya malah berhenti di toko kosmetik, untuk beli oleh-oleh lipstick utk sekretaris bos di kantor🙂 sementara Evi sibuk nyari toko yg jual pulsa.

Habis itu, jalan kaki ke toko buku (daerah Borders, Charing Cross Road).. yang ternyata… jauhhhhh.. haduh.. cape bener dah…. terus makan ayam goreng halal.. then, ke toko Hard Rock, beli 2 kaos pesenan yang belum kebeli.

Pulang.. ngelewatin toko suvenir on the way to hotel, berhenti lagi, sekalian belanja. Sampai hotel jam 22.30… tewassss…..

Rencananya sih Sabtu pagi mau antri Wimbledon. Itu kan masih minggu pertama, asumsi, tidak terlalu ramai. Ternyata… saya gak bisa bangun pagi. Pagi-pagi itu pun masih harus packing, cek out, baru bisa jalan keluar jam 10. Ada dua pilihan: beli kaos bola (Liverpool) di Lillywhite, atau ke Wimbledon dulu baru beli kaos bola. Takut kaos bolanya gak keburu nanti pulang dari Wimbledon, jadilah beli kaos bola dulu. Eh malah nemu sweater FILA murmer, beli dua deh. Satu utk abang, satu utk papih. Foto-foto juga (ditemenin Evi lagi). Terus jalan kaki ngelewatin taman….. (apa namanya ? St James Park??) ke Trafalgar Square. Foto-foto lagi.. habis itu byebye lah saya dgn Evi, karena saya mau ke Wimbledon.

Kata websitenya sih, Wimbledon itu diadakan di The All England Lawn Tennis Club. kalo mau ke Wimbledon harus naik District Line yang ke arah station Wimbledon, tapi turunnya bukan di Wimbledon, tapi sebelumnya, di Southfields Station. Dari sana naik shuttle bus lagi.

Bener aja, begitu turun sudah rameeee banget. Banyak polisi (padahal stasiunnya kecil). Keluar, keliatan deh shuttle busnya. Lucu juga, soalnya itu kan pinggiran London, suasana pedesaan, tapi lagi banyak turis, cafe-cafe dan restoran rame. Ya sudah, saya bayar 2 pounds, naik bus deh.

Eh, belum lama, si busnya berhenti. Supirnya bilang, kalau belum beli tiket, harus turun di sini dan ANTRI. Walah.. saya mikir-mikir.. karena niatnya saya gak akan masuk, mau liat dari layar lebarnya aja (yang rasanya sih ada di luar). Tapi saya turun juga saja deh dulu.

Pas turun, hwadalah.. antriannya.. masya Allah.. panjang bener ngelingker-lingker kayak uler. Memang sih, katanya sampe ada yang camping di sana, biar bisa antri dari jam 6 pagi. Nanya sama polisinya, ternyata memang gak mungkin bisa masuk ke lingkungan the All England Lawn Tennis Club itu tanpa tiket. Bahkan mau nonton layar lebarnya juga gak bisa. Bingung.. antri ngga.. padahal udah jam 14.30 (pesawat saya berangkat jam 22.00, dan janjian udah harus ada di hotel lagi jam 18.00). Ya sudah.. keukeuh.. maksa antri (siapa tau cepat). Di kasih Queuing Card, di kasih buku petunjuk antri. Ya udah.. walaupun matahari bersinar panas, tapi karena udara masih sejuk, ya antri masih oke lah.

Tapi.. sampe jam 15.00.. gak ada tanda-tanda sampe depan. Baru setengah jalan. Akhirnya nyerah deh… mendingan pulang aja, mana belum makan siang lagi.

Akhirnya ketemuan Evi lagi di London, makan di China Town (restoran Malaysia gitu deh..). Saya makan bihun…

Habis itu bener-bener farewell sama Evi.. saya balik ke Hotel.. ambil barang.. nungguin taksi dateng.. antri di counter MAS di Heathrow (wadoh jangan pernah naik taksi ke Heathrow, bapak-bapak itu sih dibilangin gak percaya, macetnya itu….).

Terus ke gate pemberangkatannya.. yang ternyata paling ujung…… kebayang kan setelah lelah seharian masih harus mengejar-ngejar gate nya yang nun jauh di sana (eits tapi saya sempat belanja coklat Irlandia enak di airport).

Then fly home… tapi satu comment utk MAS: makanannya pas pulang gak enak. Enakan pas pergi…..

Sampe di Indonesia jam 10 malem hari Minggu.. dijemput abang.. tewas deh di kos jam 11 malem, besok paginya langsung ngantor jam 7 dengan mata sembab🙂

Walau capenya gak ilang seminggu, pengalamannya menyenangkan. Tapi mungkin saya akan mikir dua kali kalo kursus ke sana lagi.. capenya itu lho.. seminggu gak hilang hehehe

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: