.: everybody has secrets – continue :.

June 10, 2009

Film “Ketika Cinta Bertasbih”

Filed under: movie — cepi @ 12:50 pm
Tags:

Kemarin kami (saya dan abang, serta dua rekan lain) mendapat kesempatan langka, nonton Gala Premiere “Ketika Cinta Bertasbih” di EX, Plaza Indonesia. Kenapa langka, karena tiket Gala Premiere ini di kantor agak sulit didapat, beda dengan film Laskar Pelangi yang kemarin (habis bukan sponsor sih). Dua tiket (tiket saya dan abang) didapat dari bos (yang ga nonton), sementara dua rekan lain malah dapetnya dari suami temen yang kerja di Telkomsel.
Ada empat teater di EX yang dibooking untuk pemutaran perdana film ini. Awalnya kita sudah merancang-rancang dan atur strategi (note: kita antri paling depan), lebih baik ambil yang Teater 1 saja, dengan asumsi bahwa teaternya paling depan dan siapa tahu malah nontonnya sama bintang film (serta isunya, JK). Eh, begitu tiket dituker, gak pake basa-basi, kita dikasih kupon untuk teater 4. Ya sudahlah.. yang penting bisa nonton..
Yang terbersit dalam pikiran sewaktu nonton tentu saja, bagaimana perbandingannya dengan film AAC (lebih bagus? lebih jelek? sama aja?) serta bagaimana perbandingannya dengan bukunya (apakah sama persis? ataukah diubah demi menonjolkan sisi komersialisasi filmnya seperti di AAC?). Dan inilah pendapat saya:
1. Jika dibandingkan dengan film AAC, film ini jauuuuuuuuuuuuuuuh lebih bagus. Dari sisi lokasi shooting (KCB: Mesir, sementara AAC: India yang diubah jadi Mesir), dari sisi bahasa Arab (KCB: tidak ada keanehan di mana kalau dialog dengan orang Mesir pakai bahasa Arab, sementara di AAC suka aneh karena dialog sama orang Mesir kok malah pake bahasa Indonesia). Pemandangan Mesir dengan piramidnya tampak jelas, juga pemandangan di sisi sungai Nil dan di pinggir laut.
2. Jika dibandingkan dengan bukunya, isi film KCB ini hampir sama persis dengan bukunya. Sedikit sekali sisi komersialisasi yang diangkat (film AAC lebih mengangkat tentang ‘romansa’ mencari istri serta kehidupan beristri dua, sementara film ini mengungkapkan isi buku apa adanya, baik dari sisi dakwahnya ataupun dari sisi cerita lainnya). Ini yang membuat saya sangat puas.
3. Dari sisi pemeran, memang awal-awal pemeran Azzam (serta pemeran pemula lainnya) masih agak kaku, namun lama-lama kita enjoy aja. Yang paling saya (dan rekan saya) kagumi adalah pemeran Anna, sangat cantik, anggun, dan sangat halus budi pekertinya.
4. Dari sisi musik.. Melly gitu lho.. gak usah diragukan, bagus banget.
5. Hanya satu yang mengganggu, walau Bank Mandiri sponsor, tapi gak usah terlalu menonjolkan produk di sana (sehingga malah jadi aneh filmnya). Contoh, sewaktu Furqon bayar hotel di Alexandria (atau Cairo ya?) masak bayarnya pake kartu kredit Mandiri. Menurut saya sih, kalau memang tinggalnya sudah lama di luar negeri, biasanya kita akan apply kartu setempat. Bagaimana caranya kita jadi pelanggan kartu kredit tanah air, kalau kita tinggal di luar? Sudah rugi kurs, kemudian tagihan kan dikirim (dan dibayarkan) dari Indonesia, kasihan dong orang rumah yang bayar (atau mungkin gak masalah, secara keluarganya kan kaya). Tapi tetap saja menurut saya agak tidak masuk akal (dan cukup mengganggu). Anyway, tidak rugi Bank Mandiri mensponsori film ini, karena film ini jadinya sangat bagus.
6. And I will spoil you a little bit (buat yang belum baca bukunya), pelmnya bersambung hahaha… sama seperti bukunya. Dan saya juga ga tau kapan film KCB release 2 akan mengudara.

Kesimpulan, filmnya OK banget, puas rasanya berhasil dapat Gala Premierenya. Oh ya, karena kita dapat goodie bag, yang masing-masing berisi voucher kerudung Rp 50.000, karena 3 orang lainnya tidak berkerudung, semua vouchernya saya minta.. dan saya pun dapat Rp 200.000 voucher kerudung NYAHAHAHAHAHA.. (ps: voucher kerudungnya dikasi sama sponsor yang kerudungnya dipake di filmnya, bagus-bagus ney, gak sabar mau dituker vouchernya).

Buat yang belum seberuntung saya🙂 , saksikan filmnya di layar bioskop mulai 11 Juni 2009.

7 Comments »

  1. KCB 2 setelah lebaran, mba!
    saya tahu dr orang dalemnya.

    Comment by esge — June 10, 2009 @ 2:53 pm | Reply

  2. Waaa masih lama…..
    padahal katanya syuting sudah selesai tuh

    Comment by cepi — June 11, 2009 @ 9:38 am | Reply

  3. Overall, film ini jelek!!

    Mgkn Novelnya emang bagus, krn gw baca resensinya.. Okelah.. Tp Filmnya itu, aduh amburadul bgd..

    Ada salah satu adegan dimana ayah karakter yg dimainkn o/ Alice Norin(hiburan gw di film itu cuma Alice Norin, krn emang Cakep, hehehehe), sedang makan ikan bakar bersama sahabatnya, di tepi pantai, mungkin maksudnya di malam yg beertabur bintang, tp distu ketahuan banged bintangnya bo’ongan!! Studio banged!! Damn!! Disitu mood gw uda mulai ngedrop..

    ada salah satu scene(yg Ga mutu), ada adegan penggeledahan rumah oleh aparat(entah ga dijelasin apakah itu intel/polisi?) mencari seorang penjahat.. Terus ga ada kelanjutan maksud dan tujuan penggeledahan itu apa yg muncul di awal menuju pertengahan film? Sampe akhir film ga dijelasin jg! Terus kl gw pikir itu adalah bumbu cerita saja, itu adalah bumbu cerita yg pahit menurut gw!! Buat apa ada bumbu pahit spt itu, kl maksudnya negara Mesir emang rawan penjahat, dn dgn keamanan yg memang ketat!! Ga ada penjelasan detail mengenai hal itu!! Nyari penjahat, penjahat apa? Pidana apa bukan? Kl ada konflik politis dn ideologis, mbo’ ya dijelaskan..

    Pas film uda selesai, cwe gw msh bingung, ini beneran bersambung ya? Kalo bersambung ko’ ada flash forward cerita selanjutnya bgaimana, tp ga dikasih tahu kl scene itu cuma sekadar flash aj.. Jadi td pnonton ada yg mikir di akhir film, “kok ceritanya(scene) lompat2″?

    ketauan banged intervensi pemerintah dalam kesenian yg harusnya bebas dr intervensi, dn harusnya merupakan kritik sosial yg pure dr pelaku seni.. Kl soal kesenian, bolehlah liberal, krn itu merupakan teriakan realitas sosial tanpa unsur kepentingan..

    Kenapa harus ada CC(Credit card) Mandiri dn Bank Syari’ah Mandiri?

    Kenapa mesti ada Dien Sjamsudin? Apa hubungannya?

    Terus ada dialog, tanpa penjelasan maksudnya, seperti ini;

    “Tidak ada yang bisa mengusir syahwat atau kecintaan pada kesenangan duniawi selain rasa takut kepada Allah yang menggetarkan hati, atau rasa rindu kepada Allah yang membuat hati merana!”

    Padahal di resensi novelnya ada penjelasannya!! Kenapa intervensi dr pemerintah dlm kesenian dn budaya, malah menghambat dn terasa banged?? Mana romance nya? Mana sakralnya??!?

    Kenapa intervensi itu ga ada di dalam kehidupan ekonomi kita?! Kn lebih bermanfaat untuk intervensi harga sembako, drpd Kesenian dn budaya!!

    Comment by Hanggardityo — June 14, 2009 @ 1:09 pm | Reply

  4. iya filmnya sangat bagus sekali…. dan sesuai dengan isi novelnya gak sabar menunggu KCB2.. pasti lebih seru lagi… bagaimana azzam nanti perjuangan azzam… yang pada akhrnya menikah dengan anna.

    Comment by akhryan — June 20, 2009 @ 5:35 am | Reply

  5. yah..sabar lah mba..kesabaran sesaat untuk sebuah kemenangan kan mba..

    Comment by Ariz — June 22, 2009 @ 2:13 pm | Reply

  6. aduh………sedih deh aku ga bs nonton KCB abis Ga ada uang ap bs di download ga ya

    Comment by haris — July 4, 2009 @ 10:10 am | Reply

  7. Ceeep.. bagi2 dooonk vouchernyaaaaahhhh😉

    Gue sih lom nonton filmnya dan lom baca juga bukunya jadi ga bisa komen he he…

    Comment by Vera — July 28, 2009 @ 3:47 pm | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: