.: everybody has secrets – continue :.

November 5, 2009

Seoul Trip

Filed under: jalan-jalan — cepi @ 3:23 pm

Minggu lalu saya ke Seoul, business trip. Tapi yang saya ceritakan yang part of non businessnya saja ya…
Saya ingat sangat excited waktu pertama kali dikasi tau akan pergi ke sana. Soalnya, saya penggemar drama-drama Korea (lebih suka drama-drama Korea daripada Cina/Jepang, bahasanya juga lebih enak di telinga), dan pemandangan indah-indah, apalagi kalo lagi autumn dan winter. Ditambah lagi, saya juga senang karena rasanya experience Asia Timur hampir lengkap (ya iya lah negaranya cuma dikit), secara saya sudah pernah ke Jepang dan Taipei (berarti yang belum tinggal Cina dan Korut saja). Hehe, padahal Asia Tenggara saja baru ke Singapur dowang (dan masih belum berminat ke daerah lainnya).
Karena perginya rombongan, kemudian ada guidenya, persiapan tidak seheboh seperti biasanya. Visa, hotel, sudah diurus semua. Yang agak heboh mungkin hanya baju saja. Sebenarnya saya optimis suhu di sana tidak akan terlalu dingin (paling dingin kayaknya cuma 15 derajat C aja, itu pun malam hari), tapi karena kata guidenya dikhawatirkan suhu bisa sampe 6 derajat, ya sudahlah, better be prepared daripada kedinginan. Akhirnya pas nganter mertua ke ITC Mangga Dua, sekalian saja saya berburu longjohn 2 (saya ndak punya), sarung tangan yg setengah kulit (jadi ga tembus air), sementara jaket saya masih ngandelin jaket yg saya punya.
Perlengkapan lainnya standar lah, masih bawa popmie 3 (untuk jaga-jaga saja, karena guidenya menjamin mereka akan membawa kita ke local restoran yang ga pake pork) dan sambal ABC sachet. Perlengkapan mandi malah ga bawa (cuma odol, sikat gigi sama sabun muka saja, karena sabun pasti ada di hotel). Nginep di JW Marriott Seoul (bintang 4), rasanya perlengkapan mandi harusnya lengkap lah ya.
Minggu malam (tgl 25) berangkat pakai Garuda, tengah malam non stop ke Seoul (dijadwalkan sampai besok paginya). Ini pertama kalinya saya pakai Garuda untuk perjalanan ke luar negeri (pernah pakai Singapore Airlines – SQ, MAS, KLM, Kuwait Airways). Pesawatnya lumayan nyaman, hanya pilihan filmnya tidak sebanyak SQ, kemudian juga makanannya tidak seroyal SQ. Nilai plus lainnya gak usah pusing-pusing pakai bhs Inggris, karena pramugarinya orang Indonesia hehe. Dalam 6 jam 40 menit perjalanan, hanya dapat 2 kali snack (juice + kacang), dan 1 kali makan berat.
Sekitar jam 8.30 waktu setempat (WIB + 2 jam), kami mendarat di Incheon, kota kecil di luar Seoul. Landingnya sangat halus (biasanya experience dengan Garuda, landing cukup menghentak), mungkin antara pilotnya memang jago atau landasannya yang oke banget. Kemudian saya pernah baca di majalah di SQ, bahwa Incheon termasuk 5 bandara terbaik di dunia (yang lainnya adalah Changi, Schiphol, dan yang dua lagi saya lupa). Jadinya ga sabar juga, pengen experience senyaman apa sih Incheon.
Begitu sampai, ke toilet (bersih banget), kemudian imigrasi (gak panjang antrinya), naik kereta ke terminal sebelah luar (kurang lebih seperti di Singapur atau KL), dan akhirnya kita dijemput naik bis.
Dari Incheon, kami di bawa sarapan di resto yang masih di Incheon juga. Sarapannya pakai Udon (lho kok makanan Jepang?). Ga tau deh, tapi yang pasti Udonnya enaaaak🙂

Udon

Udon

Ok, here are my reviews:

About SEOUL
Saya terkejut, ternyata Seoul sangat padat. Mobil-mobil juga banyak buanged, dan kemacetan bertebaran di mana-mana (walau lebih tertib daripada di Jakarta). Ternyata menurut guide kami, harga mobil di Seoul itu murah banget, sehingga minimal 1 keluarga akan punya 1 mobil (jika dikonversi, kurang lebih harga 1 mobil = Rp 50 juta). Namun hal ini dikompensasi dengan harga bensin yang sangat mahal, per liternya jika dikonversi setara dengan kurang lebih Rp 15,000 (wow..).
Kepadatan Seoul membuat saya mem-browse Wikipedia, dan ternyata penduduk Seoul jauh lebih banyak dari Jakarta, dan jika dibandingkan dengan luas kota, maka kepadatan penduduk di Seoul pun jauh melebihi Jakarta.
Berada di Seoul pun membuat saya teringat dengan Tokyo, karena dua kota ini mirip (sama-sama penuh kanji kali ya hihihi, tapi juga sama-sama padat). Setelah mengconsult Wikipedia lagi, ternyata Seoul, Tokyo dan Jakarta sama-sama termasuk 12 kota terpadat dan dengan populasi paling banyak di dunia (click here for the complete info): Seoul di posisi 8, Tokyo di 11 dan Jakarta di 12.

WHAT TO SEE

Tidak semua objek wisata di Seoul bisa dikunjungi. Selain keterbatasan waktu, juga karena lamanya pergerakan dari satu tempat ke tempat lain (kita pakai bus, dan macet), maka hanya tempat-tempat ini yang sudah kita kunjungi:
1. Namsangol Hanok Village, untuk melihat rumah tradisional Korea (katanya ada 5 rumah) yang di-reserve di tengah-tengah kota Seoul (jadi lucu suasananya, karena dikelilingi gedung-gedung tinggi).

Namsangol Hanok Village

Salah satu rumah tradisional Korea di Namsangol Hanok Village

2. Kimchi School, tempat untuk memperkenalkan bagaimana membuat Kimchi ke turis. Kita sempat belajar bagaimana membuat dan membungkus Kimchi. Cuma kita kira di akhir sesi kita bakal dikasi Kimchi yg kita buat, taunya ngga (mungkin karena Kimchi-nya masih harus didiamkan selama beberapa hari dulu).

Kimchi yang dibuat sendiri di Kimchi School

Kimchi yang dibuat sendiri di Kimchi School

3. Gyeongbokgung Palace, dengan National Palace Museum of Korea di dalamnya. Kalau tidak salah, kita sempat berhenti di depan rumah Presiden, yang lokasinya juga dekat dengan Gyeongbokgung Palace ini. Bangunannya bagus banget, apalagi dikelilingi pohon-pohon dengan suasana musim gugur.

Gyeongbokgung Palace

Gyeongbokgung Palace

National Palace Museum of Korea

National Palace Museum of Korea

Rumah Presiden

Rumah Presiden

4. Lokasi shopping: Itaewon, Dongdaemoon, (apalagi ya saya lupa).
5. Nonton performance Nanta di Nanta Theater, yang ternyata baguuus banget. Jadi ini semacam performance musikal tanpa dialog, tapi mereka main musik pakai peralatan dapur: sendok, talenan, panci, ketel, galon aqua, yang dipukul2 jadi musik, dan juga ada atraksi akrobat-akrobat (lempar-tangkap piring), keren deh.

Ini ada foto suasana shopping di Korea🙂

Suasana belanja di Korea

Suasana belanja di Korea

Dan ini suasana Seoul

Suasana Seoul

Suasana Seoul

DAFTAR BELANJAAN
Seperti biasa, setiap kali ke luar negeri (apalagi daerah yang jarang jarang didatangi), biasanya saya selalu beli suvenir banyak2 untuk bagi2 “kebahagiaan” dengan rekan2 kantor🙂 dan juga biasanya suka ada titipan… Titipan yang saya terima saat ini kebetulan dari Petkim Geng, yang sedang gila sama pelm Boys of Flowers (Meteor Garden versi Korea), dan satu lagi dari Siska yang titip kosmetik “Skin Food”. Titipan dengan sukses berhasil didapatkan, dan berikut adalah list suvenir yang sempat saya pertimbangkan dan beli selama di sana:
1. Tempelan kulkas kurang OK, cuma boneka-boneka kecil pake baju Korea, karena agak mahal saya gak beli sama sekali
2. Kipas kertas (saya beli satu)
3. Piring logam dgn ukiran objek wisata Korea (saya beli 4 hehe @10,000 WON)
4. Gelas keramik kecil-kecil, murah banget, 5 gelas = 2500 WON (1 WON kurang lebih Rp 8, saya borong 25 gelas :D)
5. Baju tradisional Korea (mahal banget, saya gak beli)
6. Keramik handmade (haaa ini saya cinta banget, saya beli yang guci2 kecil – 3 guci kecil 6000 WON, terus ada guci dengan 5 gelas kecil, dari 45,000 WON saya tawar ke 30,000 WON – apalagi karena saya sudah belanja banyak banget di situ).
7. Tas kain ala Korea: sebenarnya tas kainnya lucu-lucu, tapi harganya bisa sampai 30,000 – 50,000 WON. Akhirnya saya pilih yang lebih sederhana, harganya 4 buah 20,000 WON.
8. Boneka korea pakai baju korea, dikasi pigura, saya beli dua, 10,000 WON.
9. GINGSENG, terutama karena saya termakan godaan penjual😛 katanya gingseng bagus buat kesehatan, saya mau coba beli untuk papa yang kena darah tinggi, tapi harganya muahaaaal bangeeeed (padahal kata penjualnya udah tax free). 3 botol @ 100 gram Gingseng serbuk, USD 225 (bonus 2 kotak teh gingseng).
Oh ya, toko Gingseng yang saya datangi sangat menarik. Mereka sampai menjelaskan seluk beluk gingseng, sehingga akhirnya kami jadi tahu bahwa Gingseng dipanen setelah berusia 6 tahun (di saat gizinya optimal), kemudian saat gingseng berumur 1 tahun maka daunnya akan keluar 1 (bercabang 5), berumur 2 tahun daunnya keluar 2 (bercabang 5 juga), dst — mungkin banyak daun per batang kali ya? Kemudian mereka juga naro Gingseng yang sudah diawetkan dalam arak, dipajang dalam botol, umur 1 tahun spt apa, 2 tahun spt apa, dst. Mereka juga membandingkan Gingseng Korea dengan gingseng Cina, Jepang dan Amerika, dan menurut penelitian (katanya..) gingseng yang paling baik itu adalah gingseng Korea.. Keren banget deh.. niat banget jualannya. Walhasil, saya pun tergoda..

Cuaca, ternyata cukup sejuk (siang-siang bahkan saya tidak perlu pakai jaket), sehingga longjohn, sarung tangan dan jaket tebal pun nganggur dan menuh-menuhin koper.

FOOD
Ehm.. ini ada dua gambar contoh Korean Food hehe…

Chicken Gingseng Soup

Chicken Gingseng Soup

Salah satu menu makan siang ala Korea

Salah satu menu makan siang ala Korea

Menu makan malam

Menu makan malam

PENGALAMAN PULANG
Oh ya, pengalaman pulang ya.. waktu pulang, koper saya hampir tidak bisa ditutup (higs higs). Sempat mikir untuk ‘membuang’ pop mie yang tdk termakan, tapi akhirnya termakan juga. Setelah melakukan repacking sampai 3 kali, akhirnya berhasil juga koper ditutup dengan tidak terlalu men-zhalimi koper (hehe).

Perjalanan pulang pakai Garuda, sama sekali tidak menyenangkan. Dimulai dengan delay setengah jam (pas pergi juga delay, btw), kemudian pesawatnya tidak direct tapi transit dulu di Ngurah Rai 2 jam, pesawatnya juga tidak senyaman seperti waktu berangkat (tidak ada TV per bangku, yg ada hanya 1 TV utk rame-rame dan harus pake headphone untuk mendengarkan, makanannya juga rasanya aneh abis (karena masakan Korea).
Sampai di Ngurah Rai, alamak.. barulah berasa, betapa jauhnya kenyamanan Incheon dengan Ngurah Rai. Usulan saya pertama kali sampai adalah, pleaaaseee renovasi Ngurah Rai sehingga lebih modern dong! Bandara itu mencerminkan muka bangsa, bandara lah yang pertama kali dilihat turis waktu datang. Bagaimana mungkin kita mengharapkan banyak turis datang kalau bandara kita sangat tidak nyaman? (termasuk SKH, saya juga minta direnov saja deh). Ngurah Rai itu terlalu sempit (tidak sanggup lagi untuk menampung penumpang yang sangat banyak), AC kurang dingin lagi, ruang tunggu hampir tidak memadai, jarak antara terminal internasional dan domestik jauh sekali dan harus ditempuh dengan jalan kaki di cuaca luar yang panasnya ampun ampunan.. dan.. pesawat Garuda saya lagi-lagi delay, ga tanggung-tanggung, delaynya sejam! Ya sudahlah akhirnya pasrah saja nunggu di Lounge..

Segitu dulu deh cerita Koreanya, walau menurut saya masih tetep lebih bagus Tokyo, tapi tetap keren juga…. sekarang saya lagi nonton Boys Before Flowers, jadi kangen juga sama Seoul hehehe

14 Comments »

  1. waa, pengalamannya seru juga ya?
    ngomong-ngomong, habis berapa duit untuk trip pp ke korea?
    oramg-orang disana katanya ramah2 ya?
    thx

    Comment by sean — January 3, 2010 @ 4:03 pm | Reply

    • wah kalo berapa duit.. kan itu part of business trip.. saya gak ngitungin, karena akomodiasi + transportasi dibayar kantor. barulah utk oleh2 dll bayar pake uang sendiri.

      kalau dibanding2kan, di korea termasuk mahal sih, walau masih lebih mahal Jepang..

      Orang2nya lumayan ramah, apalagi kalo di tempat belanja hehe

      Comment by cepi — February 1, 2010 @ 2:06 pm | Reply

  2. q suka banget ma negara korea, pengen banget kesana,,…..

    Comment by titi — January 8, 2010 @ 10:06 am | Reply

    • hmmm kalo suka nya karena drama2 korea.. mungkin mending jangan pergi ke Seoul ya, karena Seoul sdh kayak kota besar saja. mending pergi ke desa2nya hehe

      Comment by cepi — February 1, 2010 @ 2:06 pm | Reply

  3. saya mau nanya kalau kita ke korea dengan tujuan seminar pendidikan dan hanya 1 minggu apakah perlu menggunakan visa?

    dan kalau di korea apakah ada tempat makan untuk muslim?

    Comment by reswita — January 10, 2010 @ 8:27 am | Reply

    • Visa tetap perlu.. tempat makan untuk muslim malah susah😦 yg ada kitanya yg harus selektif.. mending ada guide karena kalau tidak, kita juga susah bilang kita mau makan apa saja..

      Comment by cepi — February 1, 2010 @ 2:07 pm | Reply

  4. halo mbak cepi🙂 i find you here🙂
    semalem saya lagi nonton boys before flowers..baru mulai, baru episode 1 hehe.

    Comment by sami — March 10, 2010 @ 11:12 am | Reply

    • wah ini mbak Sami yg mana ya.. apa yang saya kenal?

      Comment by cepi — March 29, 2010 @ 2:23 pm | Reply

  5. wah kebeneran minggu dpn ke korea ni mbak..kalo tmpt belanja paling murahh dmn ya?mohon infonya..heheee..biar nggak salah..maklumlah budjetnya tipis

    Comment by edwin — April 16, 2010 @ 4:42 pm | Reply

  6. Wah maaf mas Edwin, telat lihat.. sudah keburu berangkat ya? sepertinya kalau tempat belanja saya gak hafal juga (habis namanya susah banget diingat). Tapi kalau gak salah sih di Itaewon dan Dongdaemoon lumayan…

    Comment by cepi — May 5, 2010 @ 11:04 am | Reply

  7. mbak, mau tanya nih..kalau barang bermerk seperti guess..harganya lebih mahal atau sama saja ya? rencananya saya mau nitip sama teman yg akan trip ke sana, karena barangnya tidak masuk di indonesia…Thx.

    Comment by mario — May 31, 2010 @ 5:03 am | Reply

    • wah aku telat deh replynya..
      terus terang aku ngga tau🙂 kayaknya sih sama sama aja deh..

      Comment by cepi — June 7, 2010 @ 1:28 pm | Reply

  8. 8.hola…sy mo trip ke korea next year…perlu apply visa gak ya? ribet dan bertele tele gak? syarat apa aja ya?
    thanks before…..

    Comment by selvi — August 5, 2010 @ 1:52 pm | Reply

    • wah kemarin sih visanya di arrange sama kantor.. biasanya kalo kantor gak pernah ribet. tapi gak tau ya kalo visa turis…

      Comment by cepi — August 13, 2010 @ 3:06 pm | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: